Ada seorang teman yang menolak ketika disarankan untuk membuat sebuah blog bagi dirinya. Alasan yang dia kemukakan adalah “saya bukan tipikal orang yang suka mengumbar rahasia pribadi ke publik … “.
Terus terang saya merasa aneh dengan alasan sang teman ini, tapi kemudian saya sadar – rupanya sang teman ini termasuk orang yang ‘gaptek blog’ .. hehhee. Sang teman ini masih termasuk dalam golongan orang orang ‘kolot’ yang menyangka bahwa aktifitas blogging adalah tak lain daripada aktifitas membuat ‘buku harian’ untuk mencatat suasana hati atau kegiatan kegiatan pribadi yang dia lakukan sehari hari.
Anda tentu masih ingat tentang buku harian. Di masa remaja dulu mungkin anda termasuk orang yang suka menuliskan “Dear Diary …. ” di sebuah halaman buku bersampul merah jambu, menceritakan betapa anda hari ini baru saja berbunga bunga karena bertemu dengan seseorang yang menarik hati .. halahh!
Ketika petama kali membuat blog, saya pun terjebak dengan definisi asli dari ‘buku harian’ tersebut. Blog saya penuh dengan coretan ‘kata kata mutiara’, puisi sampai dengan suasana hati saya sehari hari – mulai dari suasana hati yang diliputi suasana suka cita, sedih, marah, jatuh cinta dan tentu saja … patah hati. Gubraacks! Lambat laun saya berpikir “saya tidak menikmati aktifitas ini, untuk apa saya mengobral suasana hati yang seharusnya sangat rahasia? apa nanti kata orang lain tentang diri saya?”
